Seminar Gastronomi Tanah Bagelen Angkat Kekayaan Kuliner dan Budaya Lokal

By administrator 18 Agu 2026, 14:09:33 WIB Perpustakaan
Seminar Gastronomi Tanah Bagelen Angkat Kekayaan Kuliner dan Budaya Lokal

Purworejo WebDinpusip, Selasa, 18 Agustus 2026 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Seminar Gastronomi Tanah Bagelen sebagai bagian dari rangkaian Festival Literasi Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali, mendokumentasikan, dan memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional Tanah Bagelen sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas budaya masyarakat.

Seminar menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang sejarah dan gastronomi, yakni Dr. Sudibyo Prawiroatmodjo, M.Hum., Pangarso Kearsipan Kadipaten Pakualaman, serta Sumartoyo dari Indonesia Gastronomi Community. Kegiatan dipandu oleh moderator Stephanus Aan Isa Nugroho, SSTP., M.Si., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo.

Dalam pemaparannya, Dr. Sudibyo Prawiroatmodjo menjelaskan bahwa gastronomi tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga mencakup sejarah, tradisi, nilai sosial, serta perjalanan budaya suatu daerah. Menurutnya, kuliner Tanah Bagelen memiliki jejak sejarah yang panjang dan berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat sejak masa kerajaan hingga perkembangan Kabupaten Purworejo saat ini.

Sementara itu, Sumartoyo menyampaikan pentingnya upaya pelestarian makanan tradisional melalui dokumentasi, edukasi, dan keterlibatan generasi muda. Ia menilai bahwa kuliner lokal dapat menjadi salah satu kekuatan budaya sekaligus potensi ekonomi apabila dikembangkan secara berkelanjutan.

Dalam sela kegiatan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, SSTP., M.Si., mengatakan bahwa seminar gastronomi ini merupakan bagian dari upaya perpustakaan dalam memperluas makna literasi.

"Literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana kita memahami sejarah, budaya, dan identitas daerah. Melalui seminar gastronomi Tanah Bagelen ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mengenal kembali warisan kuliner lokal yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Purworejo dan sekitarnya," ujarnya.

Aan menambahkan bahwa pengetahuan mengenai makanan tradisional perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Menurutnya, perpustakaan memiliki peran penting sebagai tempat menghimpun dan menyebarluaskan informasi, termasuk dokumentasi mengenai warisan budaya tak benda seperti kuliner tradisional.

Seminar berlangsung melalui Zoom dan ounsite, dengan antusias dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas budaya, pegiat literasi, pelajar, hingga masyarakat umum. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai sejarah, ragam kuliner, serta upaya pelestarian gastronomi Tanah Bagelen.

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin tumbuh kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan kekayaan kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah, sekaligus memperkuat hubungan antara literasi, sejarah, dan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Purworejo. (Jlitheng)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment