- Perpustakaan Sebagai Ruang Publik Yang Inklusif Mantab
- Semangat Literasi, Zaki Rutin Kunjungi Perpustakaan Sepulang Sekolah
- Perkuat Tertib Arsip, Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Purworejo Bahas Persiapan Pemusnahan Arsip
- Layanan Mas Jarwo
- Tingkatkan Pemahaman Masyarakat terhadap Warisan Literasi Dalam Sosialisasi Naskun
- Best Seller Masih Tetap Incaran
- Layanan Literasi di Tiga Sekolah Dasar
- Memilih dan Menikmati Buku Tanpa Harus Membeli
- Perpustakaan Jadi Rujukan Penelitian Mahasiswa, Wulan Lakukan Analisis SWOT
- Perpustakaan Sebagai Ruang Kolaborasi dan Kreativitas
Tanggapun Jadi Tempat Favorite
Berita Terkait
- Yakin Bukan Demo 0
- Semangat Kolaborasi Integritas Serta Pelayanan Prima0
- Terobosan dalam IPLM0
- Mas Aan dengan Adeg Adeg0
- Colokan Listrik di Tengah Deadline0
- Adeg Adeg Masuk Literasi0
- Rapat Bidang Kearsipan0
- Layanan Konsultasi Arsip0
- Bapak Nakal 0
- Verifikasi Arsip Usul Pindah di DISHUB0
Berita Populer
- PERPUSTAKAAN DAN FUNGSI
- SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN
- Perpustakaan dan Jenisnya
- Manfaat Perpustakaan bagi Masyarakat
- Tantangan dan Masa Depan Perpustakaan
- Monitoring dan Evaluasi Kearsipan
- Pentingnya Akreditasi Perpustakaan
- PKTBT Latsar CPNS Tahun 2025
- Silang Layan sebagai Salah Satu Solusi
- Selamat Hari Jadi ke-190 Kabupaten Purworejo

Purworejo Perpustakaan Umum, Senin (13/10/2025) – Suasana ceria terasa di tangga Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo, Kamis (11/09/2025), ketika puluhan siswa MI Tahassus Papagkidul berkunjung. Kegiatan ini merupakan wujud gerakan “Saya Suka Membaca” oleh para siswa kelas 2,3, 4,5 serta bagian dari tugas merangkum buku bacaan bagi kelas 3.
Guru pendamping Zulhana, SP.d, mengatakan pihak sekolahnya telah membiasakan literasi setiap hari. “Satu jam sebelum pembelajaran dimulai, anak-anak melakukan silent reading atau membaca mandiri. Khusus siswa kelas besar, mereka juga diminta merangkum buku bacaan. Awalnya memang sulit membiasakan anak-anak, tapi sekarang justru semakin antusias. Bahkan kami sering kewalahan karena stok buku cepat habis dibaca,” ujarnya.
Menurut Zul kunjungan sekolah ke perpustakaan umum seperti ini diharapkan dapat menjalin kerja sama berkelanjutan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip), baik dalam kunjungan belajar maupun peminjaman buku untuk anak-anak.
Sementara itu, Pustakawan Dispusip, Muladsari,SP.d, menjelaskan tentang fasilitas perpustakaan yang ada. Untuk kunjungan sekolah, kegiatan tidak hanya membaca, tetapi juga dilengkapi dengan aktivitas tambahan seperti merangkum dan menonton flem.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa. Zulfa, siswa kelas 2, mengaku senang bisa berkunjung. “Dulu saya pernah ke perpustakaan waktu masih TK, sekarang senang sekali bisa datang lagi bersama teman-teman,” ungkapnya. Anak anakpun menggunakan tangga untuk membaca dan merangkum bacaannya. “Katanya tempat wenak bisa lensotan,”ungkap Aini
Sinergi sekolah dan perpustakaan ini menjadi wujud pemerintah daerah turut mendukung upaya peningkatan minat baca dengan memastikan ketersediaan buku bacaan. Setiap tahun, buku-buku yang sudah rusak akan diganti dengan koleksi baru. Hal ini menunjukkan komitmen nyata untuk membangun budaya literasi sejak dini.
Baca baca Ayo. (jltheng)

.png)
.png)






