- Rapat Bidang Kearsipan bahas persiapan kegiatan tahun 2026
- Layanan Mas Jarwo
- Penyusunan SKP dan Pembuatan Angka Kredit yang di ikuti oleh semua Arsiparis LKD
- Nyaman dan Mbetahi
- Dua Bocah Mojok
- Perkuat Layanan Kearsipan
- Aini Dengan Dekapan Buku
- Belajar Sambil Momong
- Penyerahan Arsip Statis dari DINKUKMP
- Pelayanan Bidang Arsip
Bupati Purworejo Dikukuhkan Sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi
Berita Terkait
- Trobosan Pringsewu Dalam Literasi0
- Pendampingan pengelolaan Arsip Satpol PP & Damkar Hari Ke-20
- Pendampingan PengelolaanA Arsip Satpol PP & Damkar Hari Ke-10
- Perpustakaan Sekolah Memiliki Peran Strategis Dalam Mendukung Keberhasilan Proses Belajar Mengajar0
- Mobil Keliling di Penjara Lagi0
- Menyambut Kedatangan Mobil Perpustakaan Keliling.0
- Perpustakaan Kabupaten Purworejo Selenggarakan Beragam Kegiatan Literasi untuk Memperingati Hari Buku Nasional0
- SMP Mutiara Bangsa Sekolah Ke Perpustakaan Daerah0
- Rapat Penilaian Arsip Usul Musnah Sekretariat Daerah 0
- Verifikasi Arsip Usul Pindah Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan0
Berita Populer
- PERPUSTAKAAN DAN FUNGSI
- SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN
- Manfaat Perpustakaan bagi Masyarakat
- Monitoring dan Evaluasi Kearsipan
- Tantangan dan Masa Depan Perpustakaan
- Pentingnya Akreditasi Perpustakaan
- Silang Layan sebagai Salah Satu Solusi
- Selamat Hari Jadi ke-190 Kabupaten Purworejo
- Perencanaan
- Bimtek Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal

Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Jawa Tengah Hj Nawal Nur Arafah MSi mengukuhkan Bunda PAUD dan Bunda Literasi se Jawa Tengah. Pengukuhan dilaksanakan bersamaan dengan Launching Aplikasi SiArtis, serta Penyerahan Hadiah Lomba Bidang Perpustakaan, di Gedung Gradhika Semarang, Jum'at (23/05/2025).
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengukuhkan Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Jawa Tengah. Untuk Kabupaten Purworejo, diwakili oleh istri Wakil Bupati Raja Thifal Mazaya Izzati SIkom, yang hadir didampingi Kadinpusip Stefanus Aan Isa Nugraha SSTP MSi dan Plt Kadindikbud Yudhi Agung Prihatno SSTP MM.
Dalam sambutannya Wagub mengatakan bahwa mengajar yang paling berat adalah di usia dini, karena harus punya kesabaran tinggi dan tahu psikolog anak. Termasuk bagaimana cara bisa menyisipkan pesan untuk rajin membaca.
"Saya berharap agar keberadaan Bunda PAUD dan Bunda Literasi dapat diteruskan ke tingkat kecamatan dan desa, agar masyarakat gemar membaca bisa terwujud, " pesannya.
Dikatakan bahwa literasi membutuhkan dorongan dan pendampingan sejak dini.
"Saat ini era tahu judul, baca judul saja seolah-olah sudah tahu isinya, sehingga kalo diskusi yang satu ngalor satu ngidul, " katanya.
Sementara Nawal Nur Arifah meminta untuk menggerakkan budaya lierasi, melalui berbagai kegiatan, antara lain dengan memperkuat minat baca melalui perpusling, pojok baca dan sebagainya.
"Tantangan kita antara lain adanya pandangan bahwa budaya literasi hanya utk anak, padahal seharusnya untuk semua generasi sesuai segmentasi usia, " katanya.

.png)







