- Rapat Bidang Kearsipan bahas persiapan kegiatan tahun 2026
- Layanan Mas Jarwo
- Penyusunan SKP dan Pembuatan Angka Kredit yang di ikuti oleh semua Arsiparis LKD
- Nyaman dan Mbetahi
- Dua Bocah Mojok
- Perkuat Layanan Kearsipan
- Aini Dengan Dekapan Buku
- Belajar Sambil Momong
- Penyerahan Arsip Statis dari DINKUKMP
- Pelayanan Bidang Arsip
Gempa melanda Perpustakaan Daerah, tenang ini Cuma Simulasi
Berita Terkait
- Pendampingan Pengelolaan Arsip Bapperida Hari Ke 20
- Pendampingan Pengelolaan Arsip - DKPP Hari Ke 10
- Verifikasi Fisik Arsip Statis usul Serah Sekretariat DPRD0
- Pendampingan Pengelolaan Arsip - BAPPERIDA Hari Ke 10
- Kelurahan Lugosobo di Sapugeli0
- Dinpusip Gelar Teknikal Meeting Lomba Bertutur SD/MI Tingkat Kabupaten0
- Pembahasan Raperbup Pengelolaan Arsip Dinamis0
- DINPUSIP Lakukan Pendampingan Pengelolaan Arsip Untuk Tingkatkan Nilai Pengawasan Kearsipan Hari Ke 20
- DINPUSIP Lakukan Pendampingan Pengelolaan Arsip Untuk Tingkatkan Nilai Pengawasan Kearsipan Hari Ke 10
- Kabupaten Layak Anak, Perpustakaan Daerah Kabupaten Purworejo dan Dukungannya0
Berita Populer
- PERPUSTAKAAN DAN FUNGSI
- SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN
- Manfaat Perpustakaan bagi Masyarakat
- Monitoring dan Evaluasi Kearsipan
- Tantangan dan Masa Depan Perpustakaan
- Pentingnya Akreditasi Perpustakaan
- Silang Layan sebagai Salah Satu Solusi
- Selamat Hari Jadi ke-190 Kabupaten Purworejo
- Perencanaan
- Bimtek Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal

Purworejo Perpusda, Rabu (30/04/2025) – Dalam rangka pelaksanaan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2025, Perpustakaan Daerah mengadakan simulasi gempa bumi yang diikuti oleh seluruh karyawan dan pengunjung.
Simulasi ini dilaksanakan serentak di gedung Perpustakaan.
“Setiap komunitas diharapkan mempunyai suatu sikap dan perilaku yang tanggap dan melakukan tindakan yang benar sesuai dengan prosedur yang diajarkan saat terjadi kondisi darurat, seperti gempa bumi, kebakaran, ledakan, gas bocor dan sebagainya,” ungkap Dr. Eni Sudiyati,MM
Simulasi bencana gempa bumi dimulai pada pukul 08.45 dengan dibunyikannya sirine bencana. Sirine tersebut berbunyi selama 1 menit. Dengan dipandu oleh Floor Captain, seluruh aktivitas di dalam ruangan yang sedang berlangsung dihentikan dan semua orang diminta untuk mengambil posisi berjongkok dan berlindung di bawah meja, serta melindungi kepala dengan menggunakan tas/kursi yang letaknya jauh dari jendela atupun lemari.
Setelah getaran berhenti, petugas K3G (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan Gedung) yang bertugas sebagai safety officer memerintahkan Floor Captain untuk memandu seluruh orang evakuasi ke luar gedung. Orang yang berada di lantai 1 atau lantai dasar segera diperintahkan untuk keluar menuju assembly point dengan posisi tangan melindungi kepala. Sedangkan untuk orang yang berada di lantai 2 diarahkan untuk menuju ke luar gedung sesuai dengan petunjuk arah evakuasi.
Pukul 11.30 Safety Officer mengumumkan bahwa semua korban telah selesai dievakuasi dan apel penutupan simulasi di tiap assembly point.
“Saat ini Perpusda mempunyai beberapa titik safety fire, tambah Eni.
Buka Baca Bisa Beprestasi. #Jlitheng

.png)







