- Raihan Rutin Kunjungi Perpustakaan Umum
- Buku braille dan Komputer Audio Book Hadirnya Layanan Inklusif
- Sinkronisasi Data Perpustakaan Sebagai Dasar Dalam Pengembangan Program Literasi
- Lomba Vidio Konten Cethar Di Perpustakaan
- Perpustakaan Keliling Sambangi Tiga Sekolah Dasar di Purworejo
- Semakin Akrab Dengan Buku dan Perpustakaan TK Kutilang Banyuurip Kunjungi Perpustakaan Umum
- Perkuat Tertib Arsip, Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Purworejo Melayani konsultasi Arsip Setwan
- Rapat Bidang Kearsipan
- Perpustakaan Keliling Hadir di SDN Sidomulyo dan SDN Pangenjurutengah
- Pos PAUD Purnamasari, PP Perwita, dan PP Rindangasih Main Kunjung Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo
Membaca Sebagai Sumber Harapan
(Berjibaku)
Berita Terkait
- Koordinasi Pengawasan Kearsipan 0
- Perpustakaan Pusat Sumber Daya Yang Kaya0
- Rapat Bidang Kearsipan0
- Bersama Wajib Membaca Buku, Tiga Sekolah Dasar 0
- Perpustakaan Khusus Dibina Pustakawan 0
- Penyerahan Arsip Statis 0
- Rapat Bidang Kearsipan0
- Pemanfaatan Gedung Depot Arsip0
- Peran Perpustakaan Daerah0
- Koordinasi Pengawasan Kearsipan 0
Berita Populer
- PERPUSTAKAAN DAN FUNGSI
- SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN
- Perpustakaan dan Jenisnya
- Manfaat Perpustakaan bagi Masyarakat
- Tantangan dan Masa Depan Perpustakaan
- Monitoring dan Evaluasi Kearsipan
- Perpustakaan Digital di Era Modern
- PKTBT Latsar CPNS Tahun 2025
- Bimtek Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal
- Pentingnya Akreditasi Perpustakaan

Purworejo Dinpusip, Rabu (30/07/2025) -Membaca bukan sekadar kebiasaan, tetapi sebuah jalan. Jalan yang dilalui dari halaman demi halaman, hingga menuju harapan akan masa depan yang lebih baik. Setiap buku adalah jendela, setiap paragraf adalah pijakan, dan setiap kata adalah lentera yang menerangi jalan kita.
Seperti komitmen perpustakaan umum dalam mengembangkan literasi melalui program kegiatan yang lebih dikenal yaitu Bersama Wajib Membaca Buku (Berjibaku).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melalui Kepala Bidang Perpustakaan Sigit Sudibyo,S.Sos mengatakan, dalam dunia yang berubah begitu cepat, membaca adalah jangkar yang menahan kita tetap terhubung dengan nilai, pengetahuan, dan impian. Dan siapa pun yang membuka buku, sedang membuka peluang. Karena dari halaman ke harapan, membaca adalah perjalanan yang tak ternilai harganya.
Maka mari kita rawat kebiasaan membaca, kita tularkan semangatnya, dan kita wujudkan masa depan yang lebih baik melalui literasi. Sebab dari membaca, kita tidak hanya menemukan informasi, tapi juga menemukan makna hidup dan arah untuk melangkah.
“Ada banyak kisah nyata tentang bagaimana membaca telah mengubah hidup seseorang. Anak-anak dari keluarga kurang mampu yang menemukan harapan lewat perpustakaan umum. Narapidana yang menemukan pencerahan hidup melalui buku. Bahkan, pemimpin-pemimpin besar dunia pun sering mengaku bahwa mereka dibentuk oleh buku-buku yang mereka baca.,’imbuh Sigit.
Membaca memberi harapan karena ia memberikan visi. Buku mengajarkan bahwa ada kehidupan yang lebih baik, solusi untuk masalah, dan jalan keluar dari keterbatasan. Ia menginspirasi pembacanya untuk bermimpi dan berani mengejar mimpi itu.
Membaca juga menciptakan perasaan bahwa kita tidak sendiri. Dalam kisah dan narasi yang kita baca, sering kali kita menemukan tokoh yang mengalami kesulitan yang serupa. Ini memberikan kenyamanan, kekuatan, dan inspirasi bahwa ada jalan keluar dari kesulitan yang dihadapi.
Buku jendela dunia. (Jlitheng)

.png)







