- Koordinasi Persiapan Pendampingan Pembenahan Arsip Desa di Desa Dukuh Dungus Kec. Grabag
- Creative Writing “Aku Bisa Jadi Penulis” Meriahkan Semarak Festival Literasi 2026
- Bimtek Perpustakaan Desa/Kelurahan Meriahkan Semarak Festival Literasi 2026
- Lomba Menyanyi Tingkat Pelajar Meriahkan Festival Literasi Kabupaten Purworejo
- Seminar Gastronomi Tanah Bagelen Angkat Kekayaan Kuliner dan Budaya Lokal
- Meriah, Penampilan Siswa-Siswi Warnai Festival Literasi Tahun 2026
- “Semarak Literasi, Dorong Budaya Membaca untuk Wujudkan Purworejo Hebat
- Monitoring Hasil Pengawasan Kearsipan Internal tahun 2026 di DPPPAPMD & BAPPERIDA
- Staf Perpustakaan Siapkan Festival Literasi Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- Penelusuran Arsip Sejarah Kiai Sadrach
Membaca Sebagai Sumber Harapan
(Berjibaku)
Berita Terkait
- Koordinasi Pengawasan Kearsipan 0
- Perpustakaan Pusat Sumber Daya Yang Kaya0
- Rapat Bidang Kearsipan0
- Bersama Wajib Membaca Buku, Tiga Sekolah Dasar 0
- Perpustakaan Khusus Dibina Pustakawan 0
- Penyerahan Arsip Statis 0
- Rapat Bidang Kearsipan0
- Pemanfaatan Gedung Depot Arsip0
- Peran Perpustakaan Daerah0
- Koordinasi Pengawasan Kearsipan 0
Berita Populer
- PERPUSTAKAAN DAN FUNGSI
- Perpustakaan dan Jenisnya
- SEJARAH PERKEMBANGAN PERPUSTAKAAN
- Manfaat Perpustakaan bagi Masyarakat
- Tantangan dan Masa Depan Perpustakaan
- Perpustakaan Digital di Era Modern
- PKTBT Latsar CPNS Tahun 2025
- Bimtek Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal
- Monitoring dan Evaluasi Kearsipan
- Pentingnya Akreditasi Perpustakaan

Purworejo Dinpusip, Rabu (30/07/2025) -Membaca bukan sekadar kebiasaan, tetapi sebuah jalan. Jalan yang dilalui dari halaman demi halaman, hingga menuju harapan akan masa depan yang lebih baik. Setiap buku adalah jendela, setiap paragraf adalah pijakan, dan setiap kata adalah lentera yang menerangi jalan kita.
Seperti komitmen perpustakaan umum dalam mengembangkan literasi melalui program kegiatan yang lebih dikenal yaitu Bersama Wajib Membaca Buku (Berjibaku).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melalui Kepala Bidang Perpustakaan Sigit Sudibyo,S.Sos mengatakan, dalam dunia yang berubah begitu cepat, membaca adalah jangkar yang menahan kita tetap terhubung dengan nilai, pengetahuan, dan impian. Dan siapa pun yang membuka buku, sedang membuka peluang. Karena dari halaman ke harapan, membaca adalah perjalanan yang tak ternilai harganya.
Maka mari kita rawat kebiasaan membaca, kita tularkan semangatnya, dan kita wujudkan masa depan yang lebih baik melalui literasi. Sebab dari membaca, kita tidak hanya menemukan informasi, tapi juga menemukan makna hidup dan arah untuk melangkah.
“Ada banyak kisah nyata tentang bagaimana membaca telah mengubah hidup seseorang. Anak-anak dari keluarga kurang mampu yang menemukan harapan lewat perpustakaan umum. Narapidana yang menemukan pencerahan hidup melalui buku. Bahkan, pemimpin-pemimpin besar dunia pun sering mengaku bahwa mereka dibentuk oleh buku-buku yang mereka baca.,’imbuh Sigit.
Membaca memberi harapan karena ia memberikan visi. Buku mengajarkan bahwa ada kehidupan yang lebih baik, solusi untuk masalah, dan jalan keluar dari keterbatasan. Ia menginspirasi pembacanya untuk bermimpi dan berani mengejar mimpi itu.
Membaca juga menciptakan perasaan bahwa kita tidak sendiri. Dalam kisah dan narasi yang kita baca, sering kali kita menemukan tokoh yang mengalami kesulitan yang serupa. Ini memberikan kenyamanan, kekuatan, dan inspirasi bahwa ada jalan keluar dari kesulitan yang dihadapi.
Buku jendela dunia. (Jlitheng)

.png)







