FGD Naskah Kuno Dorong Masyarakat Aktif Menjaga Warisan Budaya Daerah

By administrator 22 Sep 2026, 14:49:25 WIB Perpustakaan
FGD Naskah Kuno Dorong Masyarakat Aktif Menjaga Warisan Budaya Daerah

PURWOREJO WebDinpusip – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait penelusuran dan pemanfaatan naskah kuno sekaligus penguatan peran serta masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah, Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar di Desa Kedung Pucang, tepatnya di Ndalem Mbah Mantri, Kecamatan Bener. FGD menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan naskah kuno yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan pengetahuan lokal yang penting bagi generasi mendatang.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Purworejo, Sthepanus Aan Isa Nugroho, SSTP., M.Si., mengatakan bahwa keberadaan naskah kuno merupakan bagian penting dari warisan budaya daerah yang perlu dijaga, ditelusuri, dan dimanfaatkan secara tepat.

“Penelusuran naskah kuno bukan hanya untuk menemukan dan mendata keberadaannya, tetapi juga untuk mengetahui nilai sejarah dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan naskah kuno agar tidak hilang atau rusak,” ujarnya.

Menurut Aan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, pemilik atau penyimpan naskah, serta berbagai pihak terkait diperlukan untuk memastikan naskah kuno dapat terus terpelihara. Upaya pelestarian juga diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah dan budaya yang berkembang di wilayahnya.

Sementara itu, narasumber dari Provinsi, Ahmad Budi Wahyono, SS., menyampaikan bahwa naskah kuno tidak hanya memiliki nilai sebagai benda koleksi, tetapi juga menyimpan informasi mengenai kehidupan, pemikiran, tradisi, serta pengetahuan masyarakat pada masa lalu.

“Melalui penelusuran dan pendataan yang baik, keberadaan naskah kuno dapat diketahui dan dikaji lebih lanjut. Masyarakat yang selama ini menyimpan atau mengetahui keberadaan naskah memiliki posisi penting dalam proses pelestarian karena mereka menjadi bagian dari mata rantai penyelamatan warisan budaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan naskah kuno perlu dilakukan secara bijak dengan tetap memperhatikan aspek pelestarian. Dokumentasi, digitalisasi, kajian, dan pengenalan kepada generasi muda dapat menjadi langkah untuk memperluas pemanfaatan informasi yang terkandung dalam naskah tanpa mengabaikan keberadaan naskah aslinya.

FGD tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya naskah kuno serta mendorong semakin banyak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penelusuran, pelestarian, dan pemanfaatan warisan budaya daerah. Dengan demikian, naskah kuno yang berada di tengah masyarakat dapat terus terjaga dan menjadi sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya. (Jlitheng)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment